MATAMUDA 2026 MTs MAMBAUL ULUM BATA-BATA 1: Sambut Peserta Didik Baru, Madrasah Hadirkan Orientasi Ramah, Aman, dan Menyenangkan

PAMEKASAN — Hari pertama memasuki lingkungan madrasah menjadi momen krusial yang menentukan kesan awal para siswa terhadap tempat mereka menimba ilmu. Berbeda dengan paradigma lama, kegiatan orientasi peserta didik baru di MTs Mambaul Ulum Bata-Bata 1 kini bukan lagi sekadar acara perkenalan biasa, melainkan fondasi penting dalam membina karakter dan menumbuhkan semangat belajar sejak dini.

Melalui pendekatan yang inklusif dan humanis, MTs Mambaul Ulum Bata-Bata 1 berkomitmen menjadikan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai ruang pembinaan karakter, penumbuhan motivasi, serta penguatan budaya madrasah yang ramah, aman, dan menyenangkan.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi yang Religius, Berkarakter, Terampil, Berprestasi, dan Moderat”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (28/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026). MATAMUDA hadir sebagai langkah awal untuk membentuk generasi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak.

Pelaksanaan MATAMUDA berpedoman pada Petunjuk Teknis (Juknis) MATAMUDA Tahun Ajaran 2026/2027 yang diterbitkan oleh Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Pedoman ini menjadi acuan resmi bagi madrasah dalam menyelenggarakan orientasi yang edukatif, ramah anak, serta bebas dari praktik perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun perpeloncoan. Juknis tersebut juga mengatur tujuan, materi, mekanisme pelaksanaan, pembagian tugas panitia, hingga sistem pemantauan dan evaluasi kegiatan.

Selama tiga hari, MATAMUDA dirancang secara sistematis agar para peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sejak hari pertama bergabung dengan keluarga besar madrasah.

Pada hari pertama, kegiatan mengusung tema “Bangga Menjadi Warga Madrasah, Religius, dan Berakhlakul Karimah”. Fokus kegiatan meliputi pengenalan guru, wali kelas, tenaga kependidikan, visi-misi, budaya, serta lingkungan madrasah.

Penyampaian tata tertib dilakukan melalui pendekatan interaktif dan komunikatif, seperti sosialisasi aturan, diskusi studi kasus, simulasi budaya antre, serta edukasi salam dan sopan santun. Peserta juga diajak mengikuti permainan edukatif yang mengajarkan nilai integritas, tanggung jawab, dan kedisiplinan.

Tak hanya itu, serangkaian aktivitas religius dan keakraban—seperti praktik shalat dhuha berjamaah, permainan Scavenger Hunt, hingga estafet perkenalan—menjadi media efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai murid madrasah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top