
Pamekasan_Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum) dalam Islam. Di antara seluruh hari pada bulan ini, tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena menyimpan sejarah besar dan keutamaan ibadah.
Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, merupakan salah satu hari yang paling sakral dan penuh peninggalan sejarah dalam kalender Hijriah. Di hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan shalih, khususnya puasa Asyura. Keistimewaan hari ini tidak lepas dari rentetan peristiwa besar, mulai dari penciptaan makhluk hingga diselamatkannya para nabi dari berbagai marabahaya.
Ø 20 Peristiwa Penting di Hari Asyura
Berdasarkan catatan sejarah dan khazanah literatur Islam, berikut adalah 20 peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram:
- Diciptakannya Nabi Adam AS di dalam surga.
- Diterimanya taubat Nabi Adam AS oleh Allah SWT setelah diturunkan ke bumi.
- Berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS di Bukit Judi dengan selamat setelah dunia dilanda banjir bandang yang besar.
- Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dengan selamat dari dalam perut ikan paus setelah bertahan selama beberapa waktu.
- Diterimanya taubat umat Nabi Yunus AS, sehingga mereka terhindar dari azab yang mengancam.
- Dilahirkannya Nabi Ibrahim AS ke dunia.
- Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api besar yang dinyalakan oleh Raja Namrud.
- Dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari dalam sumur setelah dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki.
- Dipertemukannya kembali Nabi Yusuf AS dengan ayah dan seluruh keluarganya setelah terpisah puluhan tahun.
- Disembuhkannya kebutaan mata Nabi Ya’qub AS setelah mencium pakaian Nabi Yusuf AS.
- Diangkatnya penderitaan (madhorot) Nabi Ayyub AS berupa penyakit kulit kronis yang melanda tubuhnya bertahun-tahun.
- Diampuninya kekhilafan Nabi Daud AS oleh Allah SWT.
- Terbelahnya Laut Merah sebagai mukjizat bagi Nabi Musa AS dan Bani Israil demi menghindari kejaran musuh.
- Tenggelamnya Raja Fir’aun beserta seluruh bala tentaranya di dasar Laut Merah saat mengejar Nabi Musa AS.
- Dilahirkannya Nabi Isa AS ke dunia.
- Diangkatnya Nabi Isa AS ke langit oleh Allah SWT demi menyelamatkannya dari kekejaman kaum Yahudi.
- Dibolak-balikannya tubuh Ashabul Kahfi (para pemuda beriman yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun) agar tubuh mereka tidak hancur dimakan tanah.
- Diciptakannya nur/ruh Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk yang pertama kali direncanakan sebelum penciptaan alam semesta.
- Mulai dikandungnya janin Nabi Muhammad SAW di dalam rahim ibunda tercinta, Sayyidah Aminah RA.
- Wafatnya (syahid) cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husein RA dalam tragedi memilukan di Padang Karbala.
- Keutamaan Hari Asyura
- Puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Pengampunan ini hanya berlaku untuk dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha).
- Tanggal 10 Muharram juga menjadi pengingat atas peristiwa besar ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Fir’aun.
- Waktu yang tepat memperbanyak amalan shalih.
- Menghidupkan sunnah nabi Muhammad SAW.
- Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
- Amalan yang Dianjurkan
Untuk meraih keberkahan Hari Asyura, umat Islam dianjurkan melaksanakan beberapa amalan berikut:
- Puasa Sunnah (Tasu’a dan Asyura) Disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura). Menggabungkan kedua hari ini bertujuan untuk membedakan diri dari tradisi kaum Yahudi. Jika tidak sempat, puasa dapat dilakukan pada tanggal 10 dan 11 Muharram, tapi yang paling utama, dari tanggal 1 sampai 10 Muharram.
- Memperbanyak dzikir dan doa memanfaatkan hari istimewa ini untuk memohon ampunan, kesehatan, serta keberkahan hidup kepada Allah SWT.
- Melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat.
- Membaca surah Al-Ikhlas 1000x.
- Membaca لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ 70x
- Bersedekah dan berbagi. Menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama, khususnya menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa.
- Introspeksi Diri (Muhasabah). Menjadikan momen awal tahun Hijriah ini untuk mengevaluasi ibadah dan perilaku di masa lalu agar menjadi pribadi yang lebih baik.
- Melakukan mandi sunnah.
- Mengusap kepala anak yatim, artinya memberi kasih sayang kepada mereka.
- Silaturrahmi.
- Berziarah kepada orang alim.
- Menjenguk orang sakit.
- Bercelak.
- Memotong kuku.
- Membahagiakan keluarga dengan menambahkan nafkah.
Dilanjutkan dengan membaca do’a:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. اَللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
Hal yang Perlu Dihindari
Dalam memperingati Hari Asyura, umat Islam hendaknya menjauhi perkara-perkara yang tidak memiliki dasar syariat yang sahih, seperti:
- Melakukan ritual atau perayaan yang berlebihan dan ekstrem.
- Meyakini mitos atau kesialan tertentu tanpa dalil yang jelas.
- Menyebarkan hadis-hadis lemah (dhaif) atau palsu seputar bulan Muharram.
Kesimpulan
Hari Asyura adalah momentum berharga untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kepedulian sosial. Melalui puasa, doa, dan sedekah, kita diajak untuk memperkuat rasa syukur serta keimanan atas segala nikmat dan pertolongan yang telah Allah SWT berikan.